Banyak para petani yang bertanya tentang bagaimana hasil panen saya bisa naik? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan sering dilemparkan kepada saudara-saudara. Jika saudara bingung untuk menjelaskan, ada perlunya saudara membaca postingan ini.
Dalam peningkatan produksi pertanian salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan adalah penggunaan sarana produksi. Penggunaan sarana produksi yang sesuai dan tepat akan memberikan dampak yang sangat baik terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Adapun sarana produksi yang dibutuhkan antara lain bibit atau benih yang unggul, pupuk yang sesuai, pestisida dan alat alat pertanian lainnya.
Dalam peningkatan produksi pertanian salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan adalah penggunaan sarana produksi. Penggunaan sarana produksi yang sesuai dan tepat akan memberikan dampak yang sangat baik terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Adapun sarana produksi yang dibutuhkan antara lain bibit atau benih yang unggul, pupuk yang sesuai, pestisida dan alat alat pertanian lainnya.
1. Bibit/ Benih Unggul
Bibit unggul memiliki arti bibit yg memiliki sifat tahan terhadap serangan hama (penyakit), cepat berbuah, banyak hasilnya, dan dapat digunakan secara meluas (biasanya diambil dr buah atau bagian tanaman yg subur dan matang yg siap untuk ditanam lagi) .
Pengertian bibit unggul berkaitan dengan potensi genetik dari sifat tertentu pohon yang telah ditingkatkan kualitasnya seperti kecepatan tumbuh, bentuk batang, dan ketahanan terhadap penyakit. Untuk mendapatkan bíbit unggul memerlukan serangkaian proses seleksi atau disebut dengan program pemu1íaan. Dasar dari program pemuliaan adalah seleksi dari sifat fenotipik yang díinginkan dan dìlanjutkan dengan pengujian potensí genetik dari pohon seleksi.
Pengertian bibit unggul berkaitan dengan potensi genetik dari sifat tertentu pohon yang telah ditingkatkan kualitasnya seperti kecepatan tumbuh, bentuk batang, dan ketahanan terhadap penyakit. Untuk mendapatkan bíbit unggul memerlukan serangkaian proses seleksi atau disebut dengan program pemu1íaan. Dasar dari program pemuliaan adalah seleksi dari sifat fenotipik yang díinginkan dan dìlanjutkan dengan pengujian potensí genetik dari pohon seleksi.
2. Pupuk yang Sesuai
Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman. Bahan tersebut berupa mineral atau organik, dihasilkan oleh kegiatan alam atau diolah oleh manusia di pabrik. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah: C, H, O (ketersediaan di alam masih melimpah), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro, kadar dalam tanaman > 100 ppm), Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (hara mikro, kadar dalam tanaman < 100 ppm).
Beberapa hal yang harus diperhatikan agar pemupukan efisien dan tepat sasaran adalah meliputi penentuan jenis pupuk, dosis pupuk, waktu dan frekwensi pemupukan serta pengawasan mutu pupuk.
3. Pestisida
Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai "racun".
Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa
• insektisida (serangga)
• fungisida (fungi/jamur)
• rodentisida (hewan pengerat/Rodentia)
• herbisida (gulma)
• akarisida (tungau)
• bakterisida (bakteri)
Ketiga hal diatas merupakan bagian terpenting dalam meningkatkan produksi tanaman. Saya yakin setelah saudara menguasai ketiga hal tersebut, saudara akan selalu yakin dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para petani kita.
Beberapa hal yang harus diperhatikan agar pemupukan efisien dan tepat sasaran adalah meliputi penentuan jenis pupuk, dosis pupuk, waktu dan frekwensi pemupukan serta pengawasan mutu pupuk.
3. Pestisida
Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest ("hama") yang diberi akhiran -cide ("pembasmi"). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu. Pestisida biasanya, tapi tak selalu, beracun. dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai "racun".
Tergantung dari sasarannya, pestisida dapat berupa
• insektisida (serangga)
• fungisida (fungi/jamur)
• rodentisida (hewan pengerat/Rodentia)
• herbisida (gulma)
• akarisida (tungau)
• bakterisida (bakteri)
Ketiga hal diatas merupakan bagian terpenting dalam meningkatkan produksi tanaman. Saya yakin setelah saudara menguasai ketiga hal tersebut, saudara akan selalu yakin dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para petani kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar